mereka terpukul..
bukan hati, melainkan jiwanya
mereka terpukul...
bahkan sampai ketakutan
kalau-kalau ku melupakan mereka
aku jadi bertanya..
mengapa semua itu harus ditunjukkan?
mengapa aku harus menutup diri agar mereka bahagia?
mengapa semua menjadi begitu rumit untuk berkomunikasi dengan mereka
"sampai-sampai papa mengatakan 'mungkin kalau kita tua nanti kita tetap sendirian ya ma..',"dan kau pun meneteskan air mata...
mengapa aku tetap merasa jika kau tidak ingin dipersalahkan
jika kau tetap merasa bahwa itu semua tanggungjawab kami anak-anakmu
tidakkah kau sadari, kondisi yang berjauhan telah membuat jarak diantara kita
sama dengan jarakmu dengan dia
tidakkah kau pelajari bahwa kami dididik dengan kemandirian
sehingga kami tidak terbiasa menjadi begitu sensitif dan peka untuk mengetahui kondisimu
namun yang pasti...
kita semua belum bisa belajar memahami
kita belum bisa menerima apapun keadaan masing-masing
yang bisa kita lakukan hanyalah....
menuntut..dan menuntut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar