Kamis, 22 Januari 2009

No Title

kenapa no title?, habis di tulisan kali ini aku memang hanya ingin menuliskan sesuatu saja. rasanya sudah lama tidak menggubris blog satu ini setelah resmi menikah..

apa aku berhenti menulis? oh tidak, ada sejumlah blog lain yang kujaga tetap life..antara lain sucidh.wordpress.com, dan janjiantarakita.blogspot.com. jadi buat pecinta blog ini, jika menemukan kekosongan bisa geser ke dua blog tersebut.

yah, for the new news...alhamdulillah sekarang aku sudah mendapatkan kepercayaan yang teramat besar dari Allah...ya slain menjadi istri bagi suami ku tercinta, Agus...aku juga akan segera menjadi ibu...

yup, sekarang saya hamil. setidaknya kandunganku kini berusia hampir tujuh bulan..hah, hari-harinya memang berat. tapi untuk si kakak satu ini, akan kulakukan apapun agar dia bisa tumbuh dengan sehat...toh hamil adalah masa bagi seorang perempuan belajar lebih sabar bukan...wish me luck ya...jadi bisa selamat sampai masa melahirkan tiba..

Senin, 08 Desember 2008

Finally, We Become Husband&Wife

Alhamdulillah...setelah sekian banyak cobaan besar dan kecil yang kami hadapi, akhirnya tepat tanggal 22 November 2008, pukul 07.30, kami berdua telah dipersatukan oleh Allah dalam satu pernikahan yang baroqah.

Meski mata sedikit berat, karena bergadang dan kurang tidur, tapi kami berdua tetap mengembangkan senyuman karena ini adalah awal kehidupan yang baru. Bahkan, seorang teman berkata, "Wah pasangan ini nyengir terus ya...,".

Haha, kalo bukan tersenyum apa lagi yang bisa di perbuat? Tidak mungkin rasanya menyambut tamu dengan wajah yang masam...meski ada juga hal -hal kecil yang membuat panitia acara dongkol (panitia keluarga), tapi hari itu kami berdua berprinsip, bahwa ini adalah hari yang bahagia buat kami berdua. Jadi meski semua puyeng, pengantin kudu tetap senyum...hehehe

"Bersedia Menjadi Kekasih Seumur Hidup"

Oh ya, buat pembaca blog ini, maaf loh, jadi keputus-putus ni item tulisannya. Tapi insyaalah segala kebutuhan pengalaman bisa kita sharing sedikit demi sedikit ya..jadi jangan lupa mampir lagi ya di blog ini..thanks ya..

OH YA,...jangan lupa dan doa untuk kami berdua ya. semoga dalam kehidupan berumah tangga ini kami tetap dalam lindungan dan kasih sayang Sang MAHA SATU. dan buat teman-teman, rekan-rekan, om& tante, serta Bapak&Ibu lain yang sudah berkesempatan hadir di pesta, saya dan suami ucapkan terimakasih banyak. Serta mohon maaf jika ada kekurangan dalam keberlangsungan acara ya...terimakasi banyak....

Rabu, 08 Oktober 2008

Pusiiingggg

Astafirullah....astafirullah....
mengapa begini membingungkan memikirkan sebuah acara sekali dalam hidup ini
jika memang tak sanggup mengeluarkan dana yang besar
jangan paksakan
jangan berikan harapan padaku
katakan saja
bukankah sudah ku katakan
mesjid yang menjadi saksi pun sudah cukup
Rasulullah saja tidak pernah memaksakan diri begitu


sudahlah...
aku lelah dengan pertimbangan dan ke tidakjelasan sikap kalian berdua
cukup..cukup...
biar aku yang memutuskan bagaimana jalan hidup kami berdua
biar kami yang belajar memulai kehidupan ini dari awal
biar pernikahan ini menjadi tanggung jawab kami
meski kami tidak bisa memberi seindah mimpi kalian berdua
setidaknya tidak ada ketidakjelasan di dalamnya
terimakasi atas mimpi yang kalian berdua berikan
tapi biarkan kami yang menguntai awal benang kehidupan ini...

Rabu, 03 September 2008

Wanita Selingkuhannya 2

sms kedua: "abang, baju abang ada di adek. Baju putih abang ada dua terus yang hitam. Dan ada celana dalam putih abang. kalau yang abang tanya ke adek, tidak ada abang. mungkin abang minta cucikan dengan orang lain, jadi mereka yang bawa, atau mungkin ke bawa ke rumah, bang"

sms ketiga: "ya, abang. bagi adek yang penting abang jangan tinggalkan adek, adek gak sanggub, bang.adek tidak bisa hubungi abang di nomor yang lama, siang malam etap tidak bisa adek hubungi, apa dengan kakak bang"

Astafirullah sayang, sayang....setelah kita berdebat malam itu, kau tetap tidak berubah. Tidak kah kau sadar juga dengan apa yang ku katakan padamu? apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikanmu ke jalan yang benar? apa yang harus ku lakukan agar kau mau kembali ke anak-anakmu?

Tidak kusangka, hubungan kalian begitu dekat dan dalam. entah apa yang kau lihat padanya namun tidak padaku. anak-anak menyangka jika kau mengalami pubermu yang kedua. tapi haruskah dengan dia sayang? mengapa kau tidak mencari orang yang lebih baik dariku, setidaknya aku bisa menyadari jika itu memang kelemahanku.

anak-anakmu sudah menangis dan kecewa mendengar aduanku. aku juga tidak bermaksud mengadukanmu pada anak-anak. Tapi aku tidak sanggub lagi menahan ini semua sendirian, hanya ada anak-anak yang mau mendengarkanku. Meski ku tahu mereka akan terluka, aku sama sekali tidak ada pilihan.

lihatlah mereka sayang, mereka mengidamkanmu sebagai ayah yang patut mereka banggakan. Dengan begitu mereka juga bisa menjaga harga diri mereka di depan suami-suaminya. Tetapi, jika begini ceritanya? bagaimana mereka berhadapan dengan anak-anak dan suami mereka? mengetahui kalau ayah si ibu, tidak dapat menjaga kehormatan dirinya sendiri.

sudahlah sayang, ku telah mencoba. jika tidak juga kau berubah, aku tidak ada pilihan, selain mendengarkan anak-anak. maaf......................